Profil Anggota Bawaslu Provinsi Bali

  • Dibaca: 595 Pengunjung

I KETUT RUDIA, SE
(Ketua Bawaslu Provinsi Bali)

Dilahirkan di Desa Baturinggit, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, tanggal 25 Februari 1972. Sebelum aktif di lembaga kepemiluan, pernah bekerja di Lembaga Swadaya Masyarakat dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1997, sebagai Konsultan PNPM Mandiri Perdesaan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2009, dan sejak tahun 1999 hingga sekarang aktif sebagai jurnalis. Di kepemiluan pernah menjadi anggota KPPS Pemilu Legeslatif dan Presiden Tahun 2009, Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng dalam rangka Pemilukada Bupati Buleleng tahun 2012 dan anggota Panwaslu Kabupaten Buleleng dalam rangka Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2013. Saat ini aktif sebagai ketua Bawaslu Provinsi Bali dalam rangka Pemilu DPR, DPD dan DPRD tahun 2014.

   


IR. I KETUT SUNADRA, M.SI
(Anggota Bawaslu Provinsi Bali)

Pria berkumis yang menurut wariga (kalender) Bali terlahir pada Hari Senin Pon Wuku Ugu, wukunya Ida Bhatara Sanghyang Singhajalma, dewata yang berwujud sebagai  ‘manusia berkepala Singa, membawa pedang keadilan’.  Jika menggunakan kalender masehi, Pak Sunadra seharusnya berzodiac “Capricorn”, karena kelahiran tanggal 18 Januari 1960, itupun menurut tafsirannya, dengan mencermati perhitungan Kalender Bali dalam seratus (100) tahun masehi.  Mengapa demikian? Pencatatan atau registrasi kelahiran bayi yang akhirnya dipanggil dengan banyak ‘nama panggilan’ semasa kecil, seperti  ‘I Lolak’, jika teman-teman kecilnya lagi marahan. Dipanggil ‘I Loster’ sebagai nama akrab di lingkungan saudara dan teman-teman sebayanya. Tapi bagi orang tua dan para tetuanya memanggil dengan nama sopan ‘I Wesna’.  Entah mengapa, kemudian saat didaftarkan di SD oleh kakak perempuannya, dia didaftarkan dengan nama yang dikenal saat sekarang, ‘I Ketut  Sunadra’.  Saat lulus SD 2 Munggu (1967-1972), ijazahnya tertulis kelahiran 1960, SMP Widya Bhuana Munggu (1973-1975), ijazahnya tertulis kelahiran 1959.  Disela-sela memasuki dunia pendidikan SD dan SMP, bersama adik-adiknya dia juga sebagai penggembala beberapa ekor sapi.  Kemudian melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Denpasar merangkap ‘tukang loper Koran Nasional, selepas lepas belajar di bangku SMA. Saat lulus SMA 2 Denpasar (1976-1979), atas petunjuk Guru Wali Kelasnya, disarankan mengurus Surat Kenal Lahir ke Pemda Badung.  Saat itu, diputuskan tanggal kelahiran menjadi 1 Desember 1959, yang menjadi rujukan penulisan ijazah SMA (1976 – 1979).  Saat lulus Insinyur Pertanian di FP Unud (1979-1984) dan Magister Ilmu Lingkungan UGM Yogyakarta, tak ada lagi persoalan identitas kelahiran, karena mengikuti ijazah SMA.  Konsekuensinya, Ijazah SD dan SMP dicarikan ‘penguat ijazah’ dengan merevisi kelahiran menjadi 1 Desember 1959.  Akibatnya, setiap hari Minggu, Pak Sunadra mengaku membaca dua (2) ramalan bintang sekaligus.  Pertama, membaca ramalan bintang berzodiak Capricorn (18-1-60), yang satunya lagi membaca ramalan bintang berzodiak Sagitarius (01-12-59).  Mungkin ini satu-satunya, manusia di dunia mempunyai dua zodiac sekaligus. Terkait komitmennya dalam pengawasan Pemilu Kada, Pak Sunadra, mengungkapkan bahwa, regulasi penyelenggaraan Pemilu Kada yang berlaku saat ini, diakui paling ‘ribet’ karena ada empat (4) Undang-Undang, termasuk revisinya sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi, dan disertai empat (4) Peraturan Pemerintah sebagai peraturan pelaksanaannya.  Pastilah regulasi yang terus berubah-ubah mempunyai sisi-sisi kelemahan, tetapi harus dipahami dan dikuasai dalam upaya peningkatan kapasitas dan kompetensi sebagai penyeleng-gara.  Hukum Pemilu Kada harus ditegakkan, tidak saja oleh penyelenggara Pemilu, tetapi juga oleh peserta pemilu (partai politik, gabungan partai politik atau perseorangan), dan masyarakat pada umumnya.  Dengan demikian, integritas proses dan hasil Pemilu tetap terjaga, sehingga kredibilitas pemilu meningkat di mata public (public trust), sekaligus untuk menguatkan legitimasi terpilihnya Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Propinsi Bali Tahun 2013 sesuai visi dan misinya untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakatnya secara lahir dan bathin, dalam kurun waktu lima tahun berikutnya, pungkas Pak Sunadra.



I WAYAN WIDYARDANA PUTRA, SE
(Anggota Bawaslu Provinsi Bali)

I Wayan Widyardana Putra, SE lahir di  Amlapura 30 maret 1975, alamat  Jalan untung surapati gang nusa indah utara no 9  amlapura. 
Riwayat pendidikan :

1.    Sd negeri 5 Amlapura 1987
2.    Smp N  2 Amlapura 1990
3.    Sma N 1 Karangasem 1983
4.    Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa Denpasar, th 2000

Saya hanyalah orang biasa saja yang dilahirkan dari keluarga yang juga biasa saja , saya menikah dengan Ni Luh Sri Mayuni dan mempunyai satu orang putra (Eling Kemulan Djati) , menjadi bagian dari suatu proses pembelajaran demokrasi merupakan hal yang sangat istimewa bagi saya, sesuatu yang telah menjadi pilihan dalam proses berbangsa yang dianggap paling sesuai untuk bangsa ini di saat ini tentunya membawa konsekuensi yang harus dijalani. Saya sangat sadar bahwa sesuatu yang telah dimulai ini  akan butuh proses panjang  tetapi bagi saya setiap proses sekecil apapun itu akan  memiliki nilai yang istimewa dalam mencapai tujuan , karena sesuatu yang besar selalu ada komponen yang kecil di dalamnya. Lakukanlah segala hal dengan ketulusan dan percayalah balasan yang  istimewa pasti kita dapat  dan bersyukurlah kita telah menjadi bagian dalam proses panjang perjalanan menuju tujuan besar bangsa.

  • Dibaca: 595 Pengunjung